Mengerem: Perpaduan Ilmu dan Seni



Mengerem adalah perpaduan antara Ilmu dan Seni. Oleh karenanya membutuhkan kepekaan tinggi dan keterampilan yang terukur. Mengerem bukan hanya garansi keselamatan selama perjalanan. Mengerem adalah bagian tersulit dalam mengemudi.

Entah sejak kapan rem blong selalu menjadi alasan ketika terjadi kecelakaan lalu-lintas berupa tabrakan beruntun. Jika memang benar, berarti penyebab permasalahan telah ditimpakan kepada aspek tehnis kendaraan dan perawatan kendaraan.

Lebih jelasnya, jika mau jujur, sebenarnya penyebab utama tabrakan beruntun adalah tidak tersedianya waktu dan jarak yang cukup untuk mengurangi kecepatan kendaraan, terutama faktor pengemudi. Demikian menurut Firman S. Maderoni, instruktur Indonesia SmartDrive Consulting Management, tentang faktor penyebab kecelakaan. Selain itu, penyebab lainnya adalah kondisi lingkungan dan pihak ketiga

Pertama,  dimulai dari faktor pengemudi. Selain tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, juga karena kurangnya pengetahuan teknik mengemudi, tidak paham fitur kendaraan, tidak mampu melakukan tindakan tepat saat kendaraan darurat, dan tidak mampu mengantisipasi risiko.

Berikutnya adalah masalah perilaku mengemudi. Contohnya, manuver mendadak, ugal-ugalan, ngebut dan tidak peduli orang lain. Kondisi fisik pengemudi yang tidak sehat turut disorot. Teknik pengereman menjadi bagian penting sebab pengereman adalah bagian tersulit salam mengemudi.

Saat pengereman terdapat 3 tahapan atau proses deselerasi sebelum akhirnya mobil benar-benar berhenti, yaitu, analisa, reaksi dan titik berhenti. Ketika melihat kondisi bahaya, otak kita memerlukan  waktu untuk analisa sekita 0,4 s/d 0,8 detik, tergantung kemampuan berfikir pengemudi.

Kemudian waktu reaksi , sejak pengemudi memutuskan untuk mengerem dan termasuk reaksi mekanikal system rem itu sendiri, sekitar 0,3-0,4 detik.

Terakhir adalah waktu deselerasi hingga mobil berhenti sekita 1 detik dari kumulatif waktu proses pengereman tersebut timbul kesimpulan tentang jarak aman dengan kendaraan lain adalah antara 2 – 3 detik.

Berikut Tips & Trick

Mengerem Secara gradual
Jangan menginjak pedal rem sekuat tenaga, karena berpotensi membuat system rem terkunci dan mobil tidak terkendali. Lakukan pengereman secara halus, apalagi untuk kendaraan non-ABS (anti lock braking system) agar rem tidak terkunci dan anda masih bisa mengendalikan mobil.

Mengerem sebelum berbelok
Saat pengereman berlangsung, terjadi transfer berat kendaraan dari arah belakang kedepan. Dalam kondisi tersebut, transfer berat yang terjadi membuat ban depan mendapatkan berat tambahan sehingga grip ban semakin maksimal. Momen inilah yang dimanfaatkan secara maksimal untuk berbelok

Jangan mengerem saat berbelok
Jika anda mengerem sambil berbelok, ban depan menerima dua macam beban sekaligus. Pertama, beban saat kendaraan berbelok dan kedua adalah beban transfer berat. Jika anda mengerem sekaligus berbelok, mobil dapat kehilangan kendali dan berpotensi melintir atau terguling. Apabila terpaksa mengerem saat berbelok, Injaklah pedal rem dengan pelan.

Bantu dengan Engine Brake
Langkah ini akan menambah kestabilan laju mobil. sebab, engine brake akan bekerja saling membantu dengan rem mobil. Selain itu, engine brake akan melakukan deselerasi mobil secara gradual.

Mengerem sebelum lubang
Karena mengerem berarti memindahkan berat kendaraan ke depan, maka suspensi depan menerima beban kerja yang lebih berat. Jika Anda mengerem saat memasuki lubang, suspensi depan akan menerima beban kerja berlipat lebih dari ganda akibat menggotong mesin, menerima transfer berat dan guncangan dari permukaan.

Menginjak pedal rem dengan ujung telapak kaki
Bagian ujung telapak kaki memiliki sensitivitas lebih tinggi sehingga pengemudi dapat menginjak pedal rem secra tepat dan terukur. Hindari menginjak pedal rem secara tepat dan terukur. Hindari menginjak pedal rem dengan tumit karena bagian kaki tersebut tidak memiliki kepekaan seperti ujung telapak kaki.

Gunakan alas kaki (sandal/sepatu) yang nyaman untuk mengemudi
Pengemudi harus menekan pedal-pedal dengan halus/pelan dan menggunakan perasaan. Gunakanlah alas kaki yang nyaman untuk mengemudi. Umumnya, alas kaki yang nyaman memiliki lapisan sol yang relatif lembut dan tipis yang mencapai tumit.

PENTING!
Pada mobil bertransmisi manual, pengereman menjadi tindakan berbahaya jika dilakukan sambil menginjak pedal kopling . sebab jarak pengereman menjadi lebih jauh karena tidak dibantu engine breaking. Jarak pengereman akan bertambah sesuai kelipatan dibanding pertambahan kecepatan. Misalnya jarak pengereman saat kecepatan 30 km/jam = 5 meter, maka pada 60 km/jam jarak pengereman menjadi 20 Meter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: